Cara Komunikasi yang Efektif dalam Coaching

Apakah kamu membutuhkan coaching? Atau, apakah kamu sedang mencari coach yang dapat membantumu? Jika iya, ada hal yang harus kamu ketahui sebelum mengikuti coaching. Yaitu, cara berkomunikasi yang efektif.

Pada dasarnya, coach membantu kamu melalui kegiatan komunikasi yang bersifat dua arah dengan coachee. Coach akan :

  • mengajukan pertanyaan,
  • mendengarkanmu,
  • memberikan evaluasi, dan
  • melakukan observasi.

Oleh karena itu, komunikasi yang efektif dalam coaching sangat penting! Kamu maupun coach harus sama-sama dapat melakukan komunikasi yang efektif. Komunikasi yang efektif adalah salah satu skill yang sangat penting kamu kuasai. Baik dalam kehidupan sehari-hari, pekerjaan, maupun pendidikan membutuhkan skill ini.

Tanpa komunikasi yang efektif, komunikasimu akan terhambat. Kamu dapat mudah salah paham atau disalahpahami oleh lawan bicara. Namun, apakah kamu sudah tahu apa itu komunikasi yang efektif?

Apa itu komunikasi yang efektif dalam coaching?

Komunikasi yang efektif adalah proses

  • bertukar ide,
  • pendapat,
  • pengetahuan,
  • argumen, dan
  • data.

Komunikasi yang efektif melibatkan dua pihak yaitu komunikator dan komunikan. Pada komunikasi yang efektif, kedua pihak memahami makna pesan dan tujuan penyampaiannya dengan jelasKomunikasi yang efektif dalam coaching menimbulkan kepuasan, baik dari sisi coach maupun coachee.

Kamu dapat melakukan komunikasi yang efektif kepada coach dengan cara

  • mempertimbangkan kata atau kalimat yang kamu ucapkan,
  • menyampaikan pesan dengan pertimbangkan,
  • menyampaikan pesan tanpa bertele-tele, dan
  • mendengarkan lawan bicara dengan saksama.

Komunikasi efektif menggabungkan kemampuanmu dalam menyampaikan pesan sekaligus mendengarkan lawan bicara.

No alt text provided for this image

Mengapa komunikasi yang efektif penting dalam coaching?

  1. Membangun hubungan yang positif antara kamu dengan coach

Manusia memiliki cara berpikir yang berbeda. Hal ini dipengaruhi oleh pola pikir, latar belakang pendidikan, pengasuhan, agama, hingga budaya. Oleh karena itu, manusia memiliki prasangka. Dengan berkomunikasi yang efektif, kamu dan coach menurunkan prasangka yang ada sehingga dapat membangun hubungan yang positif. Kamu dan coach pun mencapai kepuasan karena saling memahami satu sama lain.

2. Meningkatkan kesalingpahaman

Komunikasi yang efektif menurunkan kesalahpahaman dan meningkatkan kesalingpahaman. Komunikasi yang efektif juga mendorong kamu dan coach untuk benar-benar memaknai proses komunikasi yang terjadi. Sehingga, hasil dari sesi coaching pun lebih baik.

3. Membuat tujuan coaching lebih mudah dicapai

Apakah tujuan kamu dalam mengikuti coaching? Apakah kamu ingin meningkatkan soft skill atau meningkatkan kualitas hubungan dengan pasangan? Hal ini dapat lebih mudah dicapai dengan komunikasi yang efektif. Kamu menunjukkan keterbukaan dan tanggung jawab atas pencapain hasil.

4. Membuat coaching dapat berjalan lebih efektif dan efisien

Proses coaching dapat melambat jika kamu dan coaching tak memiliki komunikasi yang efektif. Kamu dapat membutuhkan waktu lebih lama ketika berdiskusi. Sebaliknya, kamu dapat menghemat banyak waktu ketika komunikasimu efektif. Sehingga coach dengan cepat memahami dan mengidentifikasi masalahmu.

5. Meningkatkan kemampuanmu memecahkan masalah dan memandangnya secara objektif

Ketika berkomunikasi secara efektif, kamu pun menyadari hal-hal yang menjadi masalah. Kamu memahami alasan mengapa kamu membutuhkan coaching dan apa yang ingin diraih. Kamu dan coach dapat bekerja sama lebih baik agar kamu dapat mengembangkan diri. Hasilnya, tujuanmu mengikuti coaching pun tercapai.

6. Meminimalisir konflik

Salah satu masalah dalam komunikasi yang tidak efektif adalah konflik. Kamu dan coach berkonflik karena tak memahami satu sama lain. Dengan komunikasi yang efektif, kamu dapat menekan konflik. Sehingga kamu tetap fokus mencapai hasil.

Bagaimana melakukan komunikasi yang efektif dalam coaching?

  1. Mendengarkan secara aktif

Ketika hanya mendengarkan suara saja, kamu hanya menerima suara sebagai stimuli. Sebaliknya, mendengarkan secara aktif menekankan pemahamanmu terhadap suara. Kamu memaknai perkataan lawan bicara secara aktif dan melakukan pertimbangan. Kamu memaknai perkataan lawan bicara dengan saksama. Kamu memprosesnya dengan memahami secara penuh.

Bagi lawan bicara, ia akan sangat menghargai ketika kamu memperhatikannya dengan sungguh-sungguh. Lawan bicara dapat membedakan ketika kamu memperhatikan dengan saksama dibanding asal dengar saja.

2. Memperhatikan isyarat nonverbal

Sebanyak 70–93% komunikasi yang kita lakukan ada dalam bentuk nonverbal. Karena itulah penting bagi kita untuk memperhatikan isyarat nonverbal lawan bicara. Kamu dapat menilai dari ekspresi dan gerak tubuh mereka. Kamu pun dapat mengetahui emosi yang dirasakan lawan bicara baik itu senang, sedih, marah, dan lain-lain. Karena besarnya persentase isyarat nonverbal, hal ini membuat kamu harus peka dalam berkomunikasi. Mendengarkan saja tak cukup.

3. Berempati dengan lawan bicara

Selain memperhatikan isyarat nonverbal, kamu juga perlu berempati pada lawan bicara. Pahami makna di balik kata-katanya dan mengapa ia mengatakan hal tersebut. Tanpa empati, kamu menjadi kurang peka dan dapat menyakiti lawan bicara. Responku akan jauh lebih baik jika memiliki empati.

4. Mengembangkan kecerdasan emosional

Kecerdasan emosional menggambarkan kemampuan menerima, menilai, mengelola, dan mengontrol emosi. Ketika kamu mengembangkan kecerdasan emosional, kamu dapat berkomunikasi lebih efektif. Kamu tak mudah berburuk sangka atau terpancing emosinya. Kamu dan lawan bicara pun dapat berkomunikasi lebih nyaman.

5. Memperhatikan nada suara dan mimik wajah

Selain memperhatikan isyarat nonverbal lawan bicara, kamu pun perlu memperhatikan nada dan mimik wajahmu. Nada yang salah dapat dipersepsikan sebagai kemarahan oleh lawan bicara. Mimik yang terlihat keras dapat membuatmu dianggap jutek.

6. Mengajukan pertanyaan

Cara lain untuk melakukan komunikasi yang efektif adalah mengajukan pertanyaan. Ajukan pertanyaan kepada lawan bicara sebagai bukti bahwa kamu mendengarkannya. Ajukan pertanyaan kepada coach sebagai tanda kamu memahami penjelasannya.

Nah…bagaimana? Tidak terlalu sulit bukan, melakukan komunikasi efektif dalam coaching? Jika kamu merasa belum yakin apakah komunikasi yang kamu lakukan selama ini efektif, kamu bisa melatihnya dengan mengikuti program – program sertifikasi dan non sertifikasi di Coaching Indonesia Edukasi. Informasi lebih lanjut bisa kamu kunjungi di laman instagram @ciedukasi_official atau website di http://www.ciedukasi.com.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *